Pandangan Subjektif dan Objektif di Sekolah Dasar

You are currently viewing Pandangan Subjektif dan Objektif di Sekolah Dasar
  • Post author:
  • Post category:Opini
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:2 mins read

Sekolah Dasar (SD) merupakan jenjang paling dasar dalam pendidikan di Indonesia. Pada tahap ini peserta didik dibekali ilmu dan di tanamkan kepribadian yang baik. Pandangan subjektif dan objektif lah yang dapat membentuk kepribadian dan membekali peserta didik dengan ilmu yang bermanfaat.

Pandangan subjektif adalah sebuah sikap yang mengacu kepada keadaan dimana seseorang berpikiran relatif, hasil duga -duga, sangkaan, perasaan dan juga selera. Subjektif juga dapat di artikan sebagai sikap yang didasarkan pada pandangan atau perasaan pribadi. Contoh dari pandangan subjektif di sekolah dasar adalah cara interaksi sosial antara peserta didik dengan temannya, peserta didik dengan guru ataupun peserta didik dengan masyarakat sekitar sekolah. Adapun contoh lainnya yaitu guru membantu saat perserta didik memiliki kesulitan di mata pelajaran tertentu walaupun nilai yang mereka dapatnya kurang dibandingkan dengan peserta didik yang lain. Dengan ini guru mengajarkan rasa saling menolong kepada orang yang membutuhan bantuan.

Sedangkan pandangan objektif adalah penilaian yang dapat diukur melalui fakta atau bukti. Pandangan objektif dapat dilihat dari akademis yaitu pembelajaran yang dapat diukur secara jelas. Contohnya guru melakukan tes atau quis pada peserta didik. Data yang didapat oleh guru dapat di ukur atau di nilai melalui rubrik menilaian yang sudah di persiapkan sebelumnya dan juga dapat memberikan umpan balik atau evaluasi dari nilai yang sudah dapatkan.

Jadi pandangan subjektif dan objektif itu saling berkaitan satu dan lainnya karena peserta didik tidak mungkin hanya dengan satu sudut pandang saja. Apabila peserta didik hanya dengan subjektif saja maka peserta didik tidak akan berkembang secara kognitifnya atau pengetahuannya begitu juga sebaliknya apabila hanya pandangan objektifnya saja maka peserta didik akan kesulitan berinteraksi dengan teman, guru dan lingkungan sekitar. Maka dari itu dua pandangan tersebut harus saling melengkapi untuk menjadikan sekolah dasar sebagai lingkungan yang mendukung pertumbuhan holistik siswa.

Bagikan Artikel Ini!

rury22

Mahasiswa

Leave a Reply